This is first homepage widget area. To customize it, please navigate to Admin Panel -> Appearance -> Widgets and add widgets to Homepage Column #1.
This is second homepage widget area. To customize it, please navigate to Admin Panel -> Appearance -> Widgets and add widgets to Homepage Column #2.
This is third homepage widget area. To customize it, please navigate to Admin Panel -> Appearance -> Widgets and add widgets to Homepage Column #3.

Profil Terlengkap Romelu Lukaku

Romelu Lukaku adalah pemain milik Manchester United, keputusannya meninggalkan Everton telah memberikan rasa sakit kepada Chelsea yang sama-sama mengejar tanda tangannya. Kini bersama Jose Mourinho, Lukaku sukses mendapatkan apa yang dia mau selama ini sebagai penyerang tunggal tim inti.

Berikut data lengkap Lukaku yang bisa memberikan pandangan lebih dalam terhadap perjalanan karirnya sebagai pesepakbola profesional :

Nama Lengkap : Romelu Menama Lukaku
Tempat Lahir : Antwerp, Belgia
Tanggal Lahir : 13 Mei 1993
Kebangsaan : Belgia
Posisi : Penyerang
Bermain di Klub : Manchester United
Nomor Punggung : 10

Lahir dalam sebuah akademi sepakbola Chelsea, nama Lukaku sebenarnya masuk dalam target pengembangan klub tersebut. Namun kesempatan bagi Lukaku harus diuji terlebih dahulu dengan meminjamkannya ke West Bromwich Albion.

Peminjaman itu terbilang tepat karena Lukaku tampil gemilang dengan menyarangkan 17 gol bagi West Brom di musim debutnya. Lukaku adalah tipikal striker yang komplit, di dukung dengan postur tubuh yang kokoh, skill invidu mumpuni dan insting mencetak gol yang bagus membuat dirinya disebut-sebut sebagai ‘The Next Didier Drogba’.

Tak butuh berapa lama, Lukaku pun kembali ke pelukan Chelsea. Namun bersama Chelsea Lukaku tak mampu bersaing dengan nama-nama besar yang berada diskuat utama The Blues. Alhasil Lukaku memutuskan hijrah dan menerima tawaran Everton. Masa baru datang dan Lukaku pun kembali menunjukan ketajamannya di Everton.

Pemain yang lahir pada 13 Mei 1993 di Antwerp, Belgia ini pun kembali membuat ngiler Chelsea dan berharap bisa memulangkannya kembali ke London. Namun apa yang terjadi diluar harapan bagus, Lukaku akhirnya membelot ke Manchester United dimusim 2017.

Pilihan Lukaku pun terbilang tepat, dimusim debutnya Lukaku telah lahir sebagai penyerang tersubur dan sukses memberikan harapan baru bagi Setan Merah. Peningkatan inilah yang membuat Manchester UNited begitu mengagumi kemampuan sang penyerang diatas lapangan.

Perjalanan karir Lukaku dilevel klub lantas tertular dilevel timnas Belgia dengan masuk ke skuat tim utama. Kini dirinya sedang berjuang memberikan gelar internasional bersama dengan Eden Hazard dan Kevin de Bryune.

No Comments

Profil Terlengkap Raphael Varane

Berseragam Real Madrid dan masuk ke dalam starting XI timnas Prancis, nama Raphael Varane semakin melambung tinggi sebagaimana kemampuannya diatas lapangan sebanding dengan hasil akhir. Meski terbilang masih muda, namun aksi Varane diatas lapangan mampu bersaing dengan Sergio Ramos.

Tergabung bersama Real Madrid merupakan satu titik kesuksesan Varane dalam menitih karir sepakbola. Memulai ilmu sepakbola di Lens, Prancis. Varane mampu menyerap ilmu tersebut dengan baik dan sukses memunculkan bakat terpendamnya sebagai pesepakbola profesional.

Berikut data lengkap Varane yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber :

Nama Lengkap : Raphael Varane
Tempat Lahir : Lille, Prancis
Tanggal Lahir : 25 April 1993
Kebangsaan : Prancis
Posisi : Bek
Bermain di Klub : Real Madrid
Nomor punggung : 5

Profil Singkat

Lahir pada tanggal, 25 April 1993 di Lille, Prancis. Varane cukup sukses mengharumkan nama Prancis dengan aksi-aksinya diatas lapangan, bahkan namanya telah menjadi rebutan para klub elite Eropa. Menjalani karir muda di akademi, Hellemes pada musim 2000/02, sang bek langsung berganti ke klub Lens dari 2002 sampai ke 2010 sebalum akhirnya gabung Real Madrid sampai dengan sekarang.

Tak berhenti sampai disitu saja, Varane juga cukup sukses menjalani karir di timnas Prancis. Dimana namanya sempat masuk ke skuat Prancis U-18, U-21 dan kini tergabung dalam skuat senoir. Kemampuan ini akan terus berkembang sebagaimana nama Varane selalu menjadi pilihan utama Zinedine Zidane.

No Comments

Horor, Pelatih Ini Memotivasi Pemainnya Dengan Cara Menodongkan Senapan

Memberikan kata-kata penyemangat atau biasa dikenal dengan istilah memotivasi adalah satu hal yang biasa dilakukan oleh para pelatih sepakbola, termasuk yang diterapkan oleh pelatih profesional yang berlaga dipentas Serie A Italia.

Namun akan berbeda arti ketika pelatih tersebut memberikan cara yang salah seperti yang dilakukan oleh menajer klub Serie A ini yang cukup unik, horor dan sangat mengundang lelucon.

Berdasarkan keterangan dari mantan pemain Juventus dan timnas Italia, Amauri membeberkan apa yang sudah dilakukan oleh Francesco Guidolin adalah satu sikap yang salah dengan cara menodongkan senapan pada para pemain Palermo untuk membantu memotivasi tim sebelum pertandingan dimulai dan itu tepatnya terjadi dikala Palermo berlaga dikompetisi Liga Europa musim 2006.

Amauri Ketika di Palermo

Amauri, 37 tahun tercatat menghabiskan karirnya selama dua musim di Palermo dan sang pemain berhasil mengingat kejadian horor yang didapat dikala berhadapan dengan West Ham United di leg kedua babak pertama kualifikasi Liga Europa.

Ketika itu, Palermo unggul 1-0 pas menang dileg pertama. Dan Amauri menjelaskan sikap Guidolin yang tak biasa sampai menggunakan senjata untuk menginspirasi para pemainnya sebelum pertandingan di Renzo Barbera yang pada akhirnya mereka kalah telak 3-0.

“Saya tak pernah bisa lupa satu sore dalam sesi latihan persiapan pertandingan Liga Europa. Kami mempersiapkan diri untuk leg kedua melawan West Ham dan Guidolin datang ke ruang ganti dengan membawa tas besar.” cetus Amauri.

“Dia kemudian mengeluarkan sebuah senapan, mengarahkannya ke semua rekan setim saya dan saya, dengan mengalurkan kata ‘Kita sudah melukai mereka, sekarang pergi ke lapangan dan habisi mereka’,”

“Saya sangat ingat, ketika itu saya bersama tepat dengan Simplicio, kami berhasil menahan tawa, namun itu kenangan yang indah sampai sekarang masih ada dalam pikiran saya.” Amauri mengakhiri.

No Comments

Profil Terlengkap Antoine Griezmann

Antoine Griezmann merupakan bintang yang terus bersinar bersama Atletico Madrid. Nama Griezmann pun muncul diberbagai bursa transfer musim panas maupun dingin ketika berhasil menjelma sebagai penyerang buas dibawah asuhan Diego Simeone.

Griezmann, 25 tahun sukses memberikan satu gelar La Liga Spanyol untuk Atletico dan berhasil mengantarkan klub tersebut ke final Liga Champions, meski pada akhirnya disingkirkan Real Madrid. Memiliki kecepatan dan misi visi yang jauh dibandingkan pemain lain, Griezmann disebut-sebut akan menjadi bintang dunia Atletico dan timnas Prancis.

Berikut profil terlengkap dan terbaru dari Antoine Griezmann yang berhasil kami rangkum dari berbagai pihak :

Nama lengkap : Antoine Griezmann
Kebangsaan : Prancis
Kelahiran : Macon, Prancis. 21 Maret 1991
Tinggi : 176 cm
Klub saat ini : Atletico Madrid
Posisi bermain : Penyerang
Nomor punggung : 7

Griezmann mulai menggeluti dunia sepakbola dengan belajar mengenal bersama EC Macon dan UF Macon. Sampai pada musim 2005 Griezmann hijrah ke Spanyol untuk bergabung bersama akademi sepakbola Real Sociedad.

Dan bersama Sociedad lah bakat terpendam Griezmann mulai muncul, masuk dimusim 2009, Griezmann langsung mendapat kepercayaan dengan masuk ke skuat utama Sociedad. Dan tak butuh waktu lama, nama Griezmann masuk ke skuat inti Sociedad.

Penampilan apik Griezmann lantas dicium Atletico Madrid, masuk pada musim 2014. Griezmann resmi menandatangi kontrak berdurasi lima musim di Atletico. Tak berapa lama, Griezmann langsung mencuri hati Simeone yang tak sungkan memasangkan sang pemain dilini depan.

Keputusan itu terbilang tepat, Griezmann mampu memberikan warna baru dalam permainan Atletico dan sukses mengangkat derajat klub tersebut dengan mampu bersaing dalam perebutan gelar bersama Real Madrid dan Barcelona dikancah La Liga Spanyol serta Liga Champions.

Peningkatan Griezmann tak hanya dilevel klub, level timnas pun Griezmann dikenal sebagai sosok pemain yang terus berkembang. Menjadi langganan panggilan timnas Prancis, nama Griezmann sudah tercatat pernah bermain bersama U-19,U-20, dan U-21.

Dan saat ini, nama Griezmann masih tetap menjadi andalan Didier Deschamps yang akan berlaga dipentas Piala Dunia 2018 Rusia bulan Juni mendatang.

No Comments

Tiga Alasan Jitu Arsenal Harus Boyong Ancelotti

Arsene Wenger adalah sosok yang tak bisa dilepaskan dari banyaknya keberhasilan Arsenal dikancah liga domestik. Catatan yang paling ektrim adalah rekor Wenger yang hampir mendekati Sir Alex Ferguson sebagai manajer dengan laga terbanyak sepanjang sejarah Premier League Inggris.

Wenger sendiri terhitung sebagai salah satu pelatih terlama yang tampil dikancah Premier League Inggris usai datang ke Arsenal pada musim 1996. Meski terbilang setia, namun Wenger tak mampu lagi mengembalikan kejayaannya ketika memberikan banyak gelar Liga Primer sejak era The Invincibles.

Situasi ini jelas memunculkan banyak reaksi dari berbagai pihak terlebih khusus pada para fans The Gunners yang tak pernah berhenti untuk mendemokan kemunduran Wenger dari posisi kepelatihan Arsenal.

Spekulasi pun bermunculan, tak pernah berhenti nama-nama baru bermunculan sebagai pengganti Wenger. Yang terbaru saat ini adalah sosok Carlo Ancelotti yang baru saja didepan Bayern Munchen karena dianggap gagal menaikan level performa Munchen dikancah domestik maupu Eropa.

Dikabarkan lebih dalam, Ancelotti memiliki mimpi untuk kembali lagi ke pantas Liga Primer usai pernah sukses bersama Chelsea. Lantas kesempatan itu akan mungkin terjadi ketika Arsenal benar-benar mendepak Wenger dimasa mendatang.

Berikut kami sampaikan tiga alasan akurat mengapa Ancelotti sangat cocok menggantikan posisi Wenger di Arsenal berdasarkan banyak pendapat dari berbagai pihak dan khususnya dari pengamat sepakbola Inggris:

1. Kejayaan Masa Lalu Ancelotti

Ancelotti merupakan sosok pelatih berpengalaman dengan segudang gelar diberbagai liga dunia. Dia berhasil mempersembahkan gelar juara bagi AC Milan, Bayern munchen, Real Madrid, Paris Saint Germain dan Chelsea.

Ketika semua pelatih beranggapan bahwa mendapatkan gelar Premier League adalah sulit, namun Ancelotti sukses mementahkan semua prediksi itu usai sukses bersaing dengan Sir Alex Ferguson dalam ajang Premier League.

Keberhasilan dan gelar mentereng Ancelotti akan mungkin membuka hati Arsenal untuk mendatangkannya ke Emirates. Meski situasi dan usia yang terus bertambah, namun sosok Ancelotti masih dianggap masih memiliki aura positif untuk mengomandoi klub sebesar Arsenal.

2. Gaya Kepelatihan Ancelotti

Keputusan yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun tak membuat Wenger mendapati banyak gelar, malah sebaliknya. Sikap keras yang ditunjukan Wenger malah berdampak negatif dan merugikan klub hingga satu dekade terakhir.

Meski Premier League terus berkembang, namun Wenger enggan untuk merubah gaya taktik kolotnya dimasa jaya lalu. Dan baru pada musim 2006 lalu, Wenger mau mencoba beradaptasi dengan perkembangan sepakbola modern. Dimana Wenger memberanikan diri menggunakan taktik 3-4-3 dan 3-5-2, Arsenal bisa meraih kesuksesan meski tetap gagal menjuarai Premier League.

Dan sosok Ancelotti sendiri lebih mengedepankan formasi favoritnya 4-3-2-1, yang membuatnya sangat sukses di AC Milan. Lanjut kesuksesan datang ke hadapan Ancelotti ketika memenangkan La Decima bersama Real Madrid dengan menggunakan formasi 4-3-3.

Baik Wenger maupun Ancelotti adalah salah satu pelatih terbaik dunia. Akan tetapi, Ancelotti bisa dikatakan lebih baik ketimbang Wenger dari sisi pengalaman maupun raihan gelar. Prinsip kerja Ancelotti telah terbukti ampuh bersaing dikancah dunia, jika dibandingkan dengan Wenger yang dianggap masih keras kepala yang hanya mampu mendapatkan gelar domestik saja.

3. Ancelotti Bisa Menarik Pemain Bintang

Arsenal tak kunjung memperlihatkan daya tarik yang luar biasa bagi para pemain bintang kelas dunia. Para pemain bintang tersebut nampak enggan hijrah ke Arsenal lantarang tidak ada nya kemauan yang pasti dari klub itu sendiri. Kegagalan demi kegagalan pun Arsenal dapatkan, Wenger pun tak mendukung perubahan itu dengan enggan melalukan pembelian pemain bintang dan terkesan pelit.

Bahkan hampir lebih dari satu dekade Arsenal baru mau membeli pemain bintang seperti Alexis Sanchez dan Mesut Ozil. Keputusan yang tidak mengeluarkan kebijakan membeli pemain bintang telah membuat Arsenal tak mampu bersaing dengan klub papan atas Premier League.

Lantas dengan sosok Ancelotti, maka Arsenal bisa saja mendatangkan banyak pemain bintang. Ancelotti dianggap mampu menarik minat para pemin bintang untuk bekerja sama dengannya. Kemungkinan besar banyak pemain bintang yang akan kembali dengan Ancelotti di Emirates Stadium.

Satu yang akan menarik pemain bintang adalah kesuksesan Ancelotti meraih gelar Liga Champions. Ancelotti adalah satu-satunya manajer setelah bos Liverpool Bob Paisley yang sukses mengangkat gelar Liga Champions tiga kali dalam karir kepelatihannya. Dan Ancelotti sendiri adalah kesuksesan luar biasa Madrid dalam menggenapkan gelar La Decima.

No Comments

Presiden PSG Buka Peluang Kepulangan Ibraimovic

Presiden PSG Buka Peluang Kepulangan Ibraimovic

Presiden Paris Saint-Germain, Nasser al Khelaifi, angkat bicara mengenai peluang untuk memulangkan salah seorang mantan bintang klub pimpinannya, Zlatan Ibraimovic. Bahkan, jika memang bisa, kepulangan Ibra menuju Paris harus terealisasi pada bursa transfer musim dingin mendatang.

Presiden PSG Buka Peluang Kepulangan Ibraimovic

Seperti diketahui, Zlatan Ibrahimovic merupakan salah satu mantan pemain Paris saint-Germain. Selama periode 2012 hingga 2012 membela Les Parisiens, Ibra tampil sangat menawan dan konsisten menjadi top skorer klub, mengantarkan mereka meraih trofi ligue 1 Prancis secara beruntun. Setelah kontraknya berakhir, ibra kemudian memutuskan gabung Manchester United.

Musim kemarin merupakan musim debutnya bersma MU, dan harus dikatakan, musim debutnya berlangsung sangat baik. Gol demi gol dicatatkan ibra, namun catatan impressif tersebut kemudian terhenti di akhir musim, akibat cedera lutut parah yang menimpa pemain asal Swedia. Situasi ini sempat membuat Ibra nyaris berstatus tanpa klub, sebelum kemudian, Manchester united kembali mengikatnya dengan kontrak satu tahun.

Tapi, Ibra sendiri maish belum bisa bermain, setidaknya sampai awal tahun depan. Namun demikian, presiden PSG mengatakan bahwa ada kemungkinan timnya bakal memulangkan Ibra ke Paris, meski tidak dalam kapasitas sebagai pemain.

“Semuanya mungkin saja terjadi,” tutur Al-Khelaifi ketika mendapat pertanyaan soal situasi Ibra dari Expressen.

Sementara itu, pandit Prancis, Dominque Severac, mengatakan:

“Ya Zlatan punya potensi kembali ke Parc des Princes segera. Anda tidak pernah tahu. Klub sudah menjanjikan banyak hal sebelumnya, dan itu tidak terjadi. Namun saya berharap itu akan terwujud. Dan dia harus mendapat banyak kekuasaan di sana. Anda tak bisa memberi peran kecil pada Zlatan. Saya rasa dia bisa kembali memainkan peran penting di klub sekali lagi!” ujarnya.

Manchester United sendiri belakangan mengandlkan penyerang anyar mereka, romelu Lukaku di lini depan.

No Comments

Pelatih Brazil Senang Lihat Perkembangan Paulinho di Barca

Pelatih Brazil Senang Lihat Perkembangan Paulinho di Barca

Pelatih Tim Nasional Brazil, Tite, mengaku turut senang dengan perkembangan yang ditunjukkan salah seorang gelandangnya, Paulinho, semenjak eks Tottenham Hotspur tersebut merapat ke Barcelona pada musim panas kemarin.

Pelatih Brazil Senang Lihat Perkembangan Paulinho di Barca

Seperti diketaui, Barcelona sempat mendapat cemoohan dan kritik setelah merogoh kocek yang cukup dalam, 40 Juta euro, untuk mendaratkan gelandang berusia 27 tahun tersebut pada musim panas kemarin. Wajar saja, pasalnya Paulinho bermain di luar Eropa, tepatnya di ajang Liga Super Tiongkok, yang kita ketahui tidak terlalu menarik untuk disaksikan.

Apalagi, melirik fakta bahwa sebelumnya sang pemain asal Brazil sempat mengalami kegagalan saat bermain bagi Tottenham Hotspur. Namun, paulinho akhirnya menunjukkan perkembangan yang apik di awal musim ini bersama barcelona. Dia membuktikan bahwa kritik yang dilayangkan publik itu salah, bahkan berhasil menjadi pahlawan kemenangan Barca atas Getafe beberapa waktu lalu.

Sejak saat itu, Paulinho mulai mendapatkan respek dari publik, Perlahan tapi pasti, eks Tottenham menjadi sosok yang mulai mendapat kans main reguler dari manajer Ernesto Valverde.

Fakta itulah yang membuat pelatih Brazil, Tite, merasa senang, apalagi tahun depan timnya akan menghadapi ajang Piala dunia di rusia yang tentu saja akan menghadirkan persaingan yang sulit, sejak pekan pertama sampai akhir.

“Saya pikir Paulinho terus berkembang dan ia menaikkan level permainannya, dari sudut pandang saya, alasan ini terjadi karena di Barcelona mereka bermain dengan kerja sama yang begitu tinggi. Dia bermain dengan gaya box to box, dan memiliki kemampuan istimewa dalam membaca permainan. Dia akan menjadi pemain yang amat bagus untuk Barcelona.” tutur Tite menurut FFT.

No Comments

Cristiano Ronaldo Merasa Hampa Jika Tidak Raih Trofi

Cristiano Ronaldo Merasa Hampa Jika Tidak Raih Trofi

Pentolan Real Madrid, Cristiano Ronaldo, angkat bicara mengenai tekad meraih trofi juara, baik itu di level klub maupun di level Internasional bersama dengan Real Madrid. Diakui oleh mantan bintang Manchester United tersebut, bahwa dirinya akan merasa sangat hampa jikalau memang dalam satu musim tak bisa meraih trofi juara.

Cristiano Ronaldo Merasa Hampa Jika Tidak Raih Trofi

Sebagaimana diketahui, Cristiano Ronaldo bergabung dengan Real Madrid pada bursa transfer tahun 2009 silam. Sampai saat ini, Ronaldo sempat merasakan nihil gelar, tepatnya pada musim 2014/15, di musim terakhir kepelatihan Carlo Ancelotti. Namun, dalam dua musim terakhir, raihan gelar justru menghujani pemain berusia 32 tahun tersebut, dengna meraih dua trofi Liga Champions Eropa, dan diantaranya satu trofi Piala Euro bersama dengan Timnas Portugal.

Sedangkan di awal musim ini, produktivitas gol Ronaldo terbilang sedikit menurun. di ajang Liga champions Eropa, dia memang berhasil mengemas lima gol dari dua pertandingan fase Group, tapi di ajang La Liga Spanyol, ronaldo belum mampu mencetak satu gol pun, sampai-sampai manajer Zinedine Zidane kemudian menuturkan kekecewaannya akan fakta ini.

Nah, di tenga-tengah fakta serat gol tersebut, Ronaldo sendiri justru berbicara soal trofi. Dia merasa musim tanpa trofi adalah kehampaan yang mendalam, karena klub termasuk dirinya, sudah bekerja keras selama kurang lebih 11 bulan untuk raihan trofi juara.

“Di dalam lapangan yang terpenting adalah memenangkan trofi. Kami bekerja sepuluh, 11 bulan; jika Anda tidak memenangkan apapun, itu terasa hampa,”

“Saya suka memenangkan banyak trofi, baik secara kolektif maupun individual, karena saya memang bekerja keras untuk itu. Di luar [lapangan], keluarga dan teman-teman adalah yang terpenting dan untuk mencoba menjadi orang paling bahagia di dunia.” ujar Ronaldo kepada mantan rekannya di United Rio Ferdinand dalam wawancara untuk Nike Football.

Saat ini, Cristiano Ronaldo sendiri tengah bersiap untuk membela tim Nasional Portugal dalam lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2018.

No Comments

Giovinco Akui Juventus Ajarkan Mental Pemenang

Giovinco Akui Juventus Ajarkan Mental Pemenang

Sebastian Giovinco, meskipun sudah tidak lagi berkostum Juventus, namun penyerang asal Italia ini tetap memiliki kenangan yang manis bersama Bianconneri. Bahkan, sosok yang kini membela toronto FC mengungkapkan bagaimana Juventus mengajarkan dirinya untuk memiliki mental sebagai seorang pemenang.

Giovinco Akui Juventus Ajarkan Mental Pemenang

Sosok berusia 30 tahun tersebut memang merupakan salah satu pemain hasil didikan akademi Juventus, yang kemudian melakoni debut professionalnya di tahun 2006. Setelah enam musim membela Bianconneri, Giovinco sempat dipinjamkan ke Empoli, kemudian bergabung ke Parma, sebelum kemudian menjadi bagian dari klub Amerika Serikat, Toronto FC.

Nah, baru-baru ini, Giovinco bercerita mengenai kisah perjalanan karirnya, dan bagaimana dia sempat kesulitan saat mengenyam pendidikan di tim akademi Juventus. Sempat ada kata menyerah, sebelum kemudian sang ayah menyadarkan dirinya. Dari pengalaman pengalaman yang dia dapat bersama dengna Juventus, ada satu pelajaran yang dipetik Giovinco, bahwa Juventus adalah klub yang selalu mengajarkan mental untuk menjadi seorang pemenang.

“Ketika saya berusia 15 atau 16 tahun, saya tak mendapatkan waktu bermain. Dan pada sebagian besar perjalanan pulang, saya hanya duduk di mobil dan menangis. Suatu hari Ayah menghentikan mobil dan mengatakan bahwa dia tak akan kembali ke Juventus bila terus menangis. Sejenak saya berpikir, dan kemudian saya bersumpah tak akan menangis dan hanya akan bekerja dan menang,”

“Jujur, itu adalah semua yang diharapkan di klub. Tanpa air mata. Berikan segalanya. Ada mentalitas seperti ini di Juventus. Ini cukup sederhana. Menang. Mereka mengajarkan anda rasa hormat, dan untuk menang dengan terhormat. Tapi di penghujung hari, semua bermuara pada satu hal. Kemenangan. Pola pikir itu ditanamkan pada diri saya sejak saya pertama kali tiba di Juventus. Hanya menang,” demikian kenang Giovinco.

Sejak merapat ke Toronto FC pada tahun 2015 silam sampai sekarang ini, Giovinco sendiri berhasil mencatatkan 63 gol dari total 98 pertandingan.

 

No Comments