Tag: Liverpool

Hormati Liverpool, Philippe Coutinho Tolak Klub Ini

Philippe Coutinho

Liverpool masih begitu berharga untuk Philippe Coutinho. Pesepakbola yang kini berada di Barcelona tersebut memutuskan tidak menerima penawaran dari Manchester United karena menjaga hubungannya dengan klub Merseyside itu.

Manchester United disebutkan tidak berhasil mendapatkan Philippe Coutinho dari Barcelona, karena masih menjaga dan menghormati The Reds. Pemain dari Brasil tersebut begitu menjaga hubungannya dengan klub Anfield tersebut, walau suporter mantan klubnya itu tidak begitu mendukungnya ketika memperkuat Barca di babak semi final Liga Champions yang lalu.

Pemain berumur 27 tahun tersebut merupakan salah satu pemain termahal yang didapatkan Camp Nou ketika dia pindah ke Catalan dari Liverpool senilai 142 juta Poundsterling, tepatnya di bulan Januari 2018 yang lalu.

Philippe Coutinho Cedera, Kerugian Bagi Liverpool

Akan tetapi, Coutinho merasakan musim awal yang tidak begitu baik dengan tim barunya. Hal ini juga yang kemudian membuatnya memikirkan kembali masa depannya di klub Spanyol tersebut, karena hal tersebut membuat spekulasi perpindahan Coutinho terus terdengar.

Sampai saat ini, Setan Merah merupakan salah satu klub yang ingin mendapatkan Coutinho di musim mendatang. Sementara itu, klub Liga Inggris lainnya yakni Chelsea, juga berusaha mendapatkan pemain dari timnas Brasil tersebut karena mereka membutuhkan penyerang.

Akan tetapi, pada Selasa (18/6) waktu setempat, Coutinho memutuskan untuk tidak menerima tawaran yang diberikan oleh pelatih MU, yakni Ole Gunnar Solskjaer. Coutinho sendiri disebutkan sudah memberi pernyataan pada agennya untuk tidak menerima penawaran dari United, karena MU merupakan salah satu klub rival kuat Liverpool.

Coutinho yang juga pernah memperkuat Inter Milan tersebut diyakini terbuka untuk kembali memperkuat klub Liga Premier, walau kemundian dia memutuska untuk tetap akan menghormati the Reds daripada mendapatkan klub yang akan menjadi membuatnya melawan klub tersebut.

Sebelumnya, Philippe Coutinho disebut-sebut sudah meminta ijin untuk hengkang dari Barcelona selama musim panas ini. Ia sudah membukukan 21 gol dari 76 laganya untuk semua kompetisi dengan Blaugrana, namun playmaker tersebut dihubungkan dengan perpindahan ke klub lain.

Ia dikabarkan juga masih akan bertahan di tim inti Barcelona, namun tidak menutup kemungkinan akan tampil di klub baru di musim mendatang. Disebutkan jika Barca akan bahagia jika Coutinho mau dilepas sehingga dana dari penjualannya akan digunakan untuk mendapatkan pemain lainnya di posisi bek tengah dan lini depan.

Naby Keita Perkuat Timnas Guinea Dalam Kondisi Cedera

naby keita

Timnas Guinea memutuskan untuk tetap menurunkan gelandang Liverpool, yakni Naby Keita dalam laga yang mereka jalani di kompetisi Piala Afrika musim ini. Laga ini akan dilaksanakan di Mesir. Namun, ada keraguaan pada pemain ini karena cedera paha yang dia alami.

“Saya belum benar-benar fit untuk tampil. Setelah berlatih di Liverpool, saya berangkat ke kamp latihan Guinea di Maroko dan bersiap melatih tim ini,” ucap pemain 24 tahun tersebut. Pelatih   timnas Guinea sendiri yakni Paul Put sudah merilis 23 pemain yang diikutsertakan di Piala Afrika 2019.

“Saya menjalani sesi latihan dengan timnas dan ingin memberikan keyakinan pada penggemar kami, pelatih dari suporter Guinea jika saya siap bermain di laga pertama kami ini,” tambahnya.

Guinea sendiri kalah dalam laga uji coba kontra Gambia dan Benin, akan mulai bersiap bertarung dalam kompetisi dua tahunan tersebut berhadapan dengan Madagaskar pada Grup B di tanggal 22 Juni yang akan datang, sehari setelah turnamen tersebut dimulai.

Sementara itu, naby Keita mendapat cedera ketika bermain dengan Liverpool kontra Barcelona pada putaran awal di babak semifinal Liga Champions. Pelatih Jurgen Klopp sebelumnya mengabarkan jiak pemain ini akan menepi selama dua bulan mendatang.

naby keita

Pelatih timnas Guinea, yakni Paul Put tetap mengharapkan jika Keita dapat tampil bersama dalam laga ujicoba kontra Mesir, pada Minggu (16/6) dinihari WIB, setelah pelatih dari Belgia tersebut berhasil menyakinkan The Reds untuk memasukkan pemain itu dalam timnasnya.

Gelandang tersebut sebelumnya melewatkan keberhasilan bersama timnya, tepat di musim debutnya di Anfield karena cedera adduktor pada laga pertama kontra Barca. Klopp awalnya mengungkapkan jika Keita ragu dapat tampil dalam Piala Afrika musim ini karean cedera tersebut. Namun, perkembangan baik ditampilkan dan dia pulih lebih awal dari yang diperkirakan.

Saat ini, Put percaya diri dengan pemain dengan nomor punggung delapan tersebut dan siap bermain di laga minggu ini. Enam hari jelang laga Piala Afrika digelar, Keita berangkat dan tiba di Maroko pada Senin waktu setempat.

“Saya sudah mengatakan hal ini pada pihak Liverpool untuk melepasnya sebentar dan memperkuat timnas. Saya juga tahu jika Naby tidak bergabung saat ini, dia akan kesulitan untuk masuk dalam daftar pemain Timnas Guinea di ajang Piala Afrika nanti. Naby Keita kini bersedia berjuang bersama kami kontra Mesir,” tutup Paul Put.

Liverpool Bersiap Rebut Pemain Incaran MU dan Arsenal

Nicolas Pepe, pemain Lille

Liverpool tengah menyiapkan dana senilai Rp 1,28 triliun untuk mendapatkan pemain Lille yakni Nicolas Pepe. Nyatanya pemain ini juga menjadi incaran dua klub besar lainnya yakni Manchester United dan Arsenal.

Liverpool sendiri merupakan tim asuhan dari Jurgen Klopp yang bersiap salin rebut pemain incaran yakni Nicolas Pepe. Pemain Lille ini menjadi salah satu target utama Manchester United serta Arsenal juga. Kedua klub ini disebut-sebut sudah lebih dulu melakukan pendekatan.

Beberapa media setempat mengatakan jika Teh Reds tertarik untuk mendapatkan Pepe karena pemain ini memiliki kemampuan yang luar biasa. Pemain muda 23 tahun tersebut sudah menciptakan 23 gol dan mencatatkan 12 assist dari semua kompetisi yang mereka mainkan di musim lalu.

Dari performanya tersebut, tidak mengherankan jika beberapa klub atas Eropa ingin memiliki pemain muda ini dalam bursa transfer yang akan segera dibuka secara resmi. Saat ini, Liverpool sudah mengirim perwakilan mereka guna mendekati pemain ini. Namun, ada berita yang mengatakan jika mereka hanya dapat melakukan pendekatan lebih lagi jika Mohamed Salah dilepas dari Anfield.

Sementara itu, petinggi Lille, yakni Christophe Galtier sudah memberitahukan jika Nicolas Pepe akan segera hengkang dari klub pada musim panas ini. Galtier memaparkan jika ini menjadi keputusan yang sudah dipikirkan dan memang mereka akan menerima karena Pepe memiliki masa depan yang panjang di klub lain.

“Dia merupakan pemain dengan kemampuan yang tinggi yang akan mempunyai keputusan besar dalam karirnya di musim selanjutnya. Akan terdapat beberapa pertempuran antara tim-tim besar di Eropa. Saya mengharapkan yang terbaik untuk dirinya dan dia memiliki banyak waktu untuk berpikir yang terbaik untuk dirinya. Dia akan melakukan hal yang baik seperti saat dia bergabung di klub ini dan saat memutuskan pindah dari sini.” Ucap Galtier.

Pelatih Liverpool, yakni Jurgen Klopp disebutkan memang membutuhkan pemain dalam opsi penyerang demi dapat meningkatkan mutu timnya di kompetisi Liga Premier kontra Manchester City.

The Reds mungkin kalah di musim ini namun tim harus bersiap dalam perhelatan di Liga Champions. Nicolas Pepe disebut akan menjadi sumber kekuatan yang baru dan dapat membuat lini depan skuad Anfield semakin ganas.

Liverpool sendiri baru merilis berita jika Alberto Moreno dan Daniel Sturridge akan segera hengkang dari klub tersebut setelah kontrak mereka usai . Karena itu, The Reds akan butuh pemain pengganti yang tidak kalah hebat dari dari lini serang dan di sisi bek kiri.

Liverpool Dekati Dua Pesepakbola Muda ini

Marco Asensio

Salah satu pemain Real Madrid, yakni Marco Asensio bertengger di posisi atas daftar pemain yang diinginkan oleh Liverpool di penghujung musim ini. Klub Inggris tersebut sedang menanti siapa pemain yang akan dijual Zinedine Zidane di musim trransfer nanti karena performa buruk Madrid selama musim ini.

Beberapa media mengatakan jika sehubungan dengan umurnya yang masih muda, yaitu 23 tahun dan memiliki kemampuan dan pola permainan yang sangat baik, bukan tidak mungkin jika Liverpool akan kesulitan mendapatkan pemain ini dari Real Madrid. Walau begitu, tersiar kabar jika Marco Asensio bisa saja dilepas karena Zinedine Zidane akan melakukan beberapa perubahan tim di klubnya tersebut.

Agen dari Asensio, yakni Horacio Gaggioli memaparkan jika Madrid sudah memiliki tawaran sampai 180 juta Euro atau Rp2,9 triliun untuk melepas pemain dari Timnas Spanyol tersebut. Pemain ini memang banyak diincar klub besar di Eropa.

Selain Liverpool, Juventus juga begitu ingin mendapatkan pemain ini. Juve bahkan sudah melakukan pendekatan pada Asensio di penghujung musim ini. Asensio sendiri sudah menandatangani kontrak anyar di Madrid pada tahun 2017 silam, dan akan berlangsung sampai tahun 2023 yang akan datang. Dalam kontraknya itu, ada klausul pembelian senilai 700 juta Euro atau sekitar Rp 11 triliun.

Nicolas Pepe

Walau memiliki banyak kemampuan besar, Asensio memainkan musim dengan naik turun di tim Los Blancos. Dia bermain dalam 41 laga untuk semua kompetisi dan menciptakan enam gol serta tujuh assist.

Sementara itu, musim Madrid sudah usai, The Reds masih mengejar gelar juara Liga Premier dan Liga Champions. The Reds bahkan memiliki kesempatan besar untuk tampil di kompetisi Eropa ini di musim mendatang.

Di pertengahan minggu ini, tim asuhan Jurgen Klopp tersebut akan melawan Barcelona di babak semi final musim ini. Mereka juga masih akan melawan Manchester City di peringkat teratas klasemen Liga Premier musim ini.

Selain Marco Asensio, The Reds juga dihubungkan dengan pemain Lille, yakni Nicolas Pepe. Pepe menjadi incaran Liverpool karena kemampuannya selama musim ini berjalan. Namun sama dengan Asesnsio, pemain ini juga banyak diincar klub raksasa lainnya. Sebut saja Manchester United, Chelsea, Bayern Munchen, dan tak ketinggalan Barcelona.

Walau begitu, baik Marco Asensio dan Nicolas Pepe belum memberikan keterangan terkait kejelasan masa depannya di klub masing-masing.

No Comments

Jordan Henderson, Bintang Lapangan Liverpool Selama Musim Ini

Jordan Henderson

Liverpool kembali menyusun formasi kekuatan yang lain demi meningkatkan kekuatan mereka mencapai hasil terbaik di musim ini. Ditunjang dengan banyak pesepakbola dunia yang memiliki kekuatan beragam dan bakat yang tidak main-main, membuat The Reds menjadi tim tangguh saat ini. Salah satu pemain yang menjadi andalan mereka adalah Jordan Henderson.

Jordan Henderson kini menjadi bintang lapangan Liverpool yang siap membantu tim mencatatkan gelar juara. Dia bahkan sudah memperlihatkan kemampuannya dalam skema yang dirancang Jurgen Klopp saat melawan Chelsea. The Reds sukses dengan skor 2-0 dan kini mencapai posisi andalan di Liga Premier.

Sampai saat ini, Liverpool sudah tampil dengan skema 4-3-3, 4-2-3-1, 4-4-2 dan kini hadir dalam susunan pemain 4-4-1-1. Ketika sukses melawan Chelsea, Jurgen Klopp tampil senang saat skuad yang dia gunakan mencapai hasil maksimal yakni 4-3-3. Biasanya, The Reds mempunyai dua bek tengah di sekitar dua gelandang lini tengah. Sementara ada satu gelandang serang dan dua bek tengah yang siap membantu pergerakan.

Dengan sedikit perbedaan yang dilakukan, the Reds dapat menggabungkan opsi tambahan di bagian serang tanpa menjadikan tim bermain dengan terbuka di lini belakang. Susunan ini ternyata cukup membuat The Blues kewalahan.

Kinerja tim menciptakan hasil mengesankan. Mereka menjadikan Henderson berada di titik jauh ke depan, ia dapat mendominasi laga dan berkreasi dengan kinerja yang cukup berbeda, tidak seperti saat dia berada di lini tengah.

Jordan Henderson

Pesepakbola dunia ini mampu memainkan umpan dan memiliki energi tinggi ketika di lapangan dengan atau tak adanya bola. Dalam laga di Anfield, Henderson sukses mencatatkan dua gol dengan menggunakan posisinya di lini depan. Untuk gol awal, sepakannya dalam kotak menjadikannya menghasilkan umpan silang bagi Sadio Mane yang berhasil mereka eksekusi.

Pada gol kedua, ada Mohamed Salah yang menciptakan gol setelah Henderson suskes berlari cepat dan memainkan bola mengarah pada Salah. Salah kemudian menciptaakn tendangan yang sulit dijangkau Kepa Arrizabalaga.

Liverpool melakukan perubahan formasi tersebut dengan begitu baik. Mereka bahkan sering mendominasi laga dengan permainan yang sulit. Tim Juergen Klopp pun     sukses berkembang selama musim ini. Selain itu, dengan banyaknya pemain andalan yang sangat berbakat bukan tidak mungkin tim ini dapat mencapai target sebagai juara Liga Inggris musim ini.

No Comments

3 Alasan Yang Bisa Buat Liverpool Gagal Juara

Liverpool Premier League

Perolehan Liverpool sempat unggul jauh atas Manchester City, tepatnya di awal tahun ini. Pada bulan Desember semua orang yakin bahwa tahun ini akan menjadi akhir dari penantian panjang Liverpool. The Citizens disebut sudah mulai kehabisan bensin dan The Reds sangat difavoritkan untuk memenangkan liga. Tapi, ini adalah Premier League dan selalu disebut sebagai liga paling kompetitif di dunia karena suatu alasan. Salah satunya, setelah memasuki bulan Maret, Manchester City merebut peringkat puncak klasemen dengan 71 poin dan Liverpool di peringkat kedua dengan 70 poin.

Dengan sembilan pertandingan tersisa, para penggemar Premier League seperti lebih bersemangat dan menantikan banyak drama yang yang akan hadir. Liverpool ingin mengakhiri puasa gelar liga yang sudah mereka alami dalam 20 tahun terakhir sementara Josep Guardiola ingin menunjukkan bahwa Manchester City masih layak jadi penguasa Premier League.

Jika melihat performa Liverpool belakangan ini sepertinya mereka tidak akan mudah untuk memenangkan gelar di musim ini ini. Nasib Liverpool sekarang tidak berada di tangan mereka dan The Reds membutuhkan keberuntungan untuk memenangkan liga.

Berikut ini tiga alasan mengapa Liverpool tidak akan menjadi juara Premier League tahun ini.

Sejarah Yang Buruk
Liverpool merupakan salah satu klub yang punya sejarah terbesar dalam dunia sepakbola, alasannya adalah karena The Reds punya sejarah dalam memenangkan turnamen besar. The Reds punya gelar Liga Champions paling banyak dibandingkan tim Inggris lainnya. Namun, Liverpool juga punya sejarah mengacaukan keadaan saat mereka hampir memenangkan gelar juara. Dalam sejarah Premier League, hanya dua kali terjadi tim yang berada di puncak klasemen pada bulan Desember lalu kemudian gagal menenangkan gelar. Dan keduanya adalah Liverpool.

Kedalaman Skuad
Jurgen Klopp sudah melakukan pekerjaan yang luar biasa selama tiga tahun di Anfield. Mantan manajer Borussia Dortmund ini sudah berhasil membangun skuad yang mampu menembus final Liga Champions bersama menantang Manchester City asuhan Josep Guardiola. The Reds punya kedalaman yang bagus di setiap area, namun kualitas kedalaman skuad menjadi masalah sehingga berpeluang menghambat rencana Jurgen Klopp untuk memenangkan gelar Premier League musim ini. Pemain pelapis seperti Adam Lallana, Divock Origi, Daniel Sturridge, Joel Matip dan Alberto Moreno tidak selevel dengan starting XI Liverpool.

Sektor Depan
Sadio Mane, Roberto Firmino dan Mohammed Salah merupakan salah satu dari trio penyerang tertajam di dunia sepakbola saat ini. Namun dalam beberapa pertandingan terakhir, ketiganya tidak berkutik melawan tim yang kuat. Dalam pertandingan melawan Everton, Leicester City dan West Ham United pemain seperti Mane dan Salah diharapkan bisa menunjukkan kehebatannya dan membuat tim mereka menang besar tetapi mereka berdua gagal melakukannya.

No Comments

Van Dijk Girang Cetak Gol di Laga debut untuk Liverpool

Van Dijk Girang Cetak Gol di Laga debut untuk Liverpool

Bek anyar Liverpool, Virgil Van Dijk mengaku senang setelah laga debutnya untuk Klub Marseyside tersebut diwarnai dengan gol. Terlebih, gol yang dia ciptakan itu membawa Liverpool menang tipis dalam laga derby Marseyside melawan Everton yang merupakan laga babak ketiga piala FA.

Van Dijk Girang Cetak Gol di Laga debut untuk Liverpool

Sebagaimana diketahui, Liverpool memang menjamu Everton pada babak ketiga Piala FA musim ini. Pertandingan yang berlangsung pada sabtu dinihari WIB (06/01) tersebut berlangsung cukup sengit, Liverpool lebih dulu unggul berkat gol yang dicetak James Milner melalui titik putih penalti. Tim tamu sempat menyamakan kedudukan, tapi pada menit ke-84, Skuat arahan Jurgen Klopp mempertegas statusnya sebagai raja Derby Marseyside lewat torehan gol Virgil Van Dijk.

Ya, Bek anyar berusia 26 tahun tersebut langsung mencetak gol dalam laga debutnya bersama Liverpool. Tentu saja gol itu terasa sangat spesial bagi pemain Timnas Belanda, terlebih gol tersebut membawa timnya meraih kemenangan dalam laga derby yang penuh gengsi.

“Ini benar-benar luar biasa! Bisa bermain dengan orang-orang ini dan mencetak gol, luar biasa. Gol saya sangat spesial bagi saya dan keluarga saya, Apakah ini seperti mimpi? Ya, jelas. Bermain di Anfield untuk Liverpool adalah mimpi semua pemain. Kemudian saya mencetak gol, rasanya semua terasa begitu spesial untuk saya,” ungkap Van Dijk, seperti dikutip BBC.

Virgil Van Dijk sendiri sepakat bergabung dengan Liverpool pada brusa transfer musim dingin tahun ini, terhitung sejak kamis lalu, 29 Desember 2017. Banyak pihak yang menyoroti kepindahannya dari Southampton, mengingat Liverpool sendiri sampai harus merogoh kocek yang sangat dalam, 75 Juta Poundsterling agar sang pemain mendarat di Anfield pada musim dingin ini.

Namun, setidaknya Van Dijk telkah menjawab keraguan publik pada partai debutnya berasma dengan Liverpool, tentu saja diharapkan itu adalah awalan yang bagus untuk laga-laga berikutnya yang lebih menantang.

No Comments

Ternyata Liverpool Pernah Tolak Cantona

Terungkap kegagalan Eric Cantona merapat ke Liverpool. Disebutkan oleh mantan menajer The Reds, Graeme Souness adalah satu sosok yang menentang kedatangan Cantona ke Anfield. Adapun alasan sang menajar ketika itu adalah mencegah keributan besar yang bisa ditumbulkan Cantona.

Bukan hanya sebagai mantan manajer, Souness juga tercatat sebagai pemain sukses Liverpool pada zaman 80an. Mendapati kinerja bagus sebagai pemain, lantas pihak klub mengangkatnya sebagai manajer tim yang berhasil Souness jalankan dalam periode 1991 hingga 1994.

Menariknya terjadi ketika Souness mendapat masukan dari legenda timnas Prancis, Michel Platini terkait keberadaan Cantona. Meski begitu, Souness tetap menolak masukan dari Platini karena Cantona adalah pemain yang bertype suka membuat keributan.

Tak hanya itu saja, Souness juga melihat sisi buruk Cantona dimana sang pemain ketika itu terlalu gemuk. Dan semakin menentang kedatangan Cantona ke Liverpool karena Souness sudah memiliki pemain lini depan yang baik.

“Cantona adalah satu pemain besar yang sempat saya tolak datang ke Liverpool. Kami bermain Auxerre di kandang sendiri dan Michel Platini mendatangi saya setelahnya. Ia bilang ia punya pemain untuk saya, anak laki-laki bermasalah tapi pemain yang tepat. Itu Cantona, tapi saya mengatakan hal terakhir yang saya butuhkan adalah pemain bermasalah lainnya,” buka Souness.

“Skuat yang sama miliki lebih dari 30 pemain, itu akan saya rampingkan, jadi saya tidak perlu repot lagi. Saya katakan saya mencari yang lain dan jadi tidak, terima kasih,” tutup Souness.

Tak jadi merapat ke Liverpool, Cantona akhirnya berlabuh ke Leeds United pada musim 1992. Mendapat penampilan yang begitu impresif, Manchester UNited langsung membajaknya dan terbukti keputusan itu tepat karena Cantona berperan penting dalam raihan banyak gelar Setan Merah dipentas domestik maupun Eropa.

No Comments