Tag: Liverpool

Liverpool Dekati Dua Pesepakbola Muda ini

Marco Asensio

Salah satu pemain Real Madrid, yakni Marco Asensio bertengger di posisi atas daftar pemain yang diinginkan oleh Liverpool di penghujung musim ini. Klub Inggris tersebut sedang menanti siapa pemain yang akan dijual Zinedine Zidane di musim trransfer nanti karena performa buruk Madrid selama musim ini.

Beberapa media mengatakan jika sehubungan dengan umurnya yang masih muda, yaitu 23 tahun dan memiliki kemampuan dan pola permainan yang sangat baik, bukan tidak mungkin jika Liverpool akan kesulitan mendapatkan pemain ini dari Real Madrid. Walau begitu, tersiar kabar jika Marco Asensio bisa saja dilepas karena Zinedine Zidane akan melakukan beberapa perubahan tim di klubnya tersebut.

Agen dari Asensio, yakni Horacio Gaggioli memaparkan jika Madrid sudah memiliki tawaran sampai 180 juta Euro atau Rp2,9 triliun untuk melepas pemain dari Timnas Spanyol tersebut. Pemain ini memang banyak diincar klub besar di Eropa.

Selain Liverpool, Juventus juga begitu ingin mendapatkan pemain ini. Juve bahkan sudah melakukan pendekatan pada Asensio di penghujung musim ini. Asensio sendiri sudah menandatangani kontrak anyar di Madrid pada tahun 2017 silam, dan akan berlangsung sampai tahun 2023 yang akan datang. Dalam kontraknya itu, ada klausul pembelian senilai 700 juta Euro atau sekitar Rp 11 triliun.

Nicolas Pepe

Walau memiliki banyak kemampuan besar, Asensio memainkan musim dengan naik turun di tim Los Blancos. Dia bermain dalam 41 laga untuk semua kompetisi dan menciptakan enam gol serta tujuh assist.

Sementara itu, musim Madrid sudah usai, The Reds masih mengejar gelar juara Liga Premier dan Liga Champions. The Reds bahkan memiliki kesempatan besar untuk tampil di kompetisi Eropa ini di musim mendatang.

Di pertengahan minggu ini, tim asuhan Jurgen Klopp tersebut akan melawan Barcelona di babak semi final musim ini. Mereka juga masih akan melawan Manchester City di peringkat teratas klasemen Liga Premier musim ini.

Selain Marco Asensio, The Reds juga dihubungkan dengan pemain Lille, yakni Nicolas Pepe. Pepe menjadi incaran Liverpool karena kemampuannya selama musim ini berjalan. Namun sama dengan Asesnsio, pemain ini juga banyak diincar klub raksasa lainnya. Sebut saja Manchester United, Chelsea, Bayern Munchen, dan tak ketinggalan Barcelona.

Walau begitu, baik Marco Asensio dan Nicolas Pepe belum memberikan keterangan terkait kejelasan masa depannya di klub masing-masing.

No Comments

Jordan Henderson, Bintang Lapangan Liverpool Selama Musim Ini

Jordan Henderson

Liverpool kembali menyusun formasi kekuatan yang lain demi meningkatkan kekuatan mereka mencapai hasil terbaik di musim ini. Ditunjang dengan banyak pesepakbola dunia yang memiliki kekuatan beragam dan bakat yang tidak main-main, membuat The Reds menjadi tim tangguh saat ini. Salah satu pemain yang menjadi andalan mereka adalah Jordan Henderson.

Jordan Henderson kini menjadi bintang lapangan Liverpool yang siap membantu tim mencatatkan gelar juara. Dia bahkan sudah memperlihatkan kemampuannya dalam skema yang dirancang Jurgen Klopp saat melawan Chelsea. The Reds sukses dengan skor 2-0 dan kini mencapai posisi andalan di Liga Premier.

Sampai saat ini, Liverpool sudah tampil dengan skema 4-3-3, 4-2-3-1, 4-4-2 dan kini hadir dalam susunan pemain 4-4-1-1. Ketika sukses melawan Chelsea, Jurgen Klopp tampil senang saat skuad yang dia gunakan mencapai hasil maksimal yakni 4-3-3. Biasanya, The Reds mempunyai dua bek tengah di sekitar dua gelandang lini tengah. Sementara ada satu gelandang serang dan dua bek tengah yang siap membantu pergerakan.

Dengan sedikit perbedaan yang dilakukan, the Reds dapat menggabungkan opsi tambahan di bagian serang tanpa menjadikan tim bermain dengan terbuka di lini belakang. Susunan ini ternyata cukup membuat The Blues kewalahan.

Kinerja tim menciptakan hasil mengesankan. Mereka menjadikan Henderson berada di titik jauh ke depan, ia dapat mendominasi laga dan berkreasi dengan kinerja yang cukup berbeda, tidak seperti saat dia berada di lini tengah.

Jordan Henderson

Pesepakbola dunia ini mampu memainkan umpan dan memiliki energi tinggi ketika di lapangan dengan atau tak adanya bola. Dalam laga di Anfield, Henderson sukses mencatatkan dua gol dengan menggunakan posisinya di lini depan. Untuk gol awal, sepakannya dalam kotak menjadikannya menghasilkan umpan silang bagi Sadio Mane yang berhasil mereka eksekusi.

Pada gol kedua, ada Mohamed Salah yang menciptakan gol setelah Henderson suskes berlari cepat dan memainkan bola mengarah pada Salah. Salah kemudian menciptaakn tendangan yang sulit dijangkau Kepa Arrizabalaga.

Liverpool melakukan perubahan formasi tersebut dengan begitu baik. Mereka bahkan sering mendominasi laga dengan permainan yang sulit. Tim Juergen Klopp pun     sukses berkembang selama musim ini. Selain itu, dengan banyaknya pemain andalan yang sangat berbakat bukan tidak mungkin tim ini dapat mencapai target sebagai juara Liga Inggris musim ini.

No Comments

3 Alasan Yang Bisa Buat Liverpool Gagal Juara

Liverpool Premier League

Perolehan Liverpool sempat unggul jauh atas Manchester City, tepatnya di awal tahun ini. Pada bulan Desember semua orang yakin bahwa tahun ini akan menjadi akhir dari penantian panjang Liverpool. The Citizens disebut sudah mulai kehabisan bensin dan The Reds sangat difavoritkan untuk memenangkan liga. Tapi, ini adalah Premier League dan selalu disebut sebagai liga paling kompetitif di dunia karena suatu alasan. Salah satunya, setelah memasuki bulan Maret, Manchester City merebut peringkat puncak klasemen dengan 71 poin dan Liverpool di peringkat kedua dengan 70 poin.

Dengan sembilan pertandingan tersisa, para penggemar Premier League seperti lebih bersemangat dan menantikan banyak drama yang yang akan hadir. Liverpool ingin mengakhiri puasa gelar liga yang sudah mereka alami dalam 20 tahun terakhir sementara Josep Guardiola ingin menunjukkan bahwa Manchester City masih layak jadi penguasa Premier League.

Jika melihat performa Liverpool belakangan ini sepertinya mereka tidak akan mudah untuk memenangkan gelar di musim ini ini. Nasib Liverpool sekarang tidak berada di tangan mereka dan The Reds membutuhkan keberuntungan untuk memenangkan liga.

Berikut ini tiga alasan mengapa Liverpool tidak akan menjadi juara Premier League tahun ini.

Sejarah Yang Buruk
Liverpool merupakan salah satu klub yang punya sejarah terbesar dalam dunia sepakbola, alasannya adalah karena The Reds punya sejarah dalam memenangkan turnamen besar. The Reds punya gelar Liga Champions paling banyak dibandingkan tim Inggris lainnya. Namun, Liverpool juga punya sejarah mengacaukan keadaan saat mereka hampir memenangkan gelar juara. Dalam sejarah Premier League, hanya dua kali terjadi tim yang berada di puncak klasemen pada bulan Desember lalu kemudian gagal menenangkan gelar. Dan keduanya adalah Liverpool.

Kedalaman Skuad
Jurgen Klopp sudah melakukan pekerjaan yang luar biasa selama tiga tahun di Anfield. Mantan manajer Borussia Dortmund ini sudah berhasil membangun skuad yang mampu menembus final Liga Champions bersama menantang Manchester City asuhan Josep Guardiola. The Reds punya kedalaman yang bagus di setiap area, namun kualitas kedalaman skuad menjadi masalah sehingga berpeluang menghambat rencana Jurgen Klopp untuk memenangkan gelar Premier League musim ini. Pemain pelapis seperti Adam Lallana, Divock Origi, Daniel Sturridge, Joel Matip dan Alberto Moreno tidak selevel dengan starting XI Liverpool.

Sektor Depan
Sadio Mane, Roberto Firmino dan Mohammed Salah merupakan salah satu dari trio penyerang tertajam di dunia sepakbola saat ini. Namun dalam beberapa pertandingan terakhir, ketiganya tidak berkutik melawan tim yang kuat. Dalam pertandingan melawan Everton, Leicester City dan West Ham United pemain seperti Mane dan Salah diharapkan bisa menunjukkan kehebatannya dan membuat tim mereka menang besar tetapi mereka berdua gagal melakukannya.

No Comments

Van Dijk Girang Cetak Gol di Laga debut untuk Liverpool

Van Dijk Girang Cetak Gol di Laga debut untuk Liverpool

Bek anyar Liverpool, Virgil Van Dijk mengaku senang setelah laga debutnya untuk Klub Marseyside tersebut diwarnai dengan gol. Terlebih, gol yang dia ciptakan itu membawa Liverpool menang tipis dalam laga derby Marseyside melawan Everton yang merupakan laga babak ketiga piala FA.

Van Dijk Girang Cetak Gol di Laga debut untuk Liverpool

Sebagaimana diketahui, Liverpool memang menjamu Everton pada babak ketiga Piala FA musim ini. Pertandingan yang berlangsung pada sabtu dinihari WIB (06/01) tersebut berlangsung cukup sengit, Liverpool lebih dulu unggul berkat gol yang dicetak James Milner melalui titik putih penalti. Tim tamu sempat menyamakan kedudukan, tapi pada menit ke-84, Skuat arahan Jurgen Klopp mempertegas statusnya sebagai raja Derby Marseyside lewat torehan gol Virgil Van Dijk.

Ya, Bek anyar berusia 26 tahun tersebut langsung mencetak gol dalam laga debutnya bersama Liverpool. Tentu saja gol itu terasa sangat spesial bagi pemain Timnas Belanda, terlebih gol tersebut membawa timnya meraih kemenangan dalam laga derby yang penuh gengsi.

“Ini benar-benar luar biasa! Bisa bermain dengan orang-orang ini dan mencetak gol, luar biasa. Gol saya sangat spesial bagi saya dan keluarga saya, Apakah ini seperti mimpi? Ya, jelas. Bermain di Anfield untuk Liverpool adalah mimpi semua pemain. Kemudian saya mencetak gol, rasanya semua terasa begitu spesial untuk saya,” ungkap Van Dijk, seperti dikutip BBC.

Virgil Van Dijk sendiri sepakat bergabung dengan Liverpool pada brusa transfer musim dingin tahun ini, terhitung sejak kamis lalu, 29 Desember 2017. Banyak pihak yang menyoroti kepindahannya dari Southampton, mengingat Liverpool sendiri sampai harus merogoh kocek yang sangat dalam, 75 Juta Poundsterling agar sang pemain mendarat di Anfield pada musim dingin ini.

Namun, setidaknya Van Dijk telkah menjawab keraguan publik pada partai debutnya berasma dengan Liverpool, tentu saja diharapkan itu adalah awalan yang bagus untuk laga-laga berikutnya yang lebih menantang.

No Comments

Ternyata Liverpool Pernah Tolak Cantona

Terungkap kegagalan Eric Cantona merapat ke Liverpool. Disebutkan oleh mantan menajer The Reds, Graeme Souness adalah satu sosok yang menentang kedatangan Cantona ke Anfield. Adapun alasan sang menajar ketika itu adalah mencegah keributan besar yang bisa ditumbulkan Cantona.

Bukan hanya sebagai mantan manajer, Souness juga tercatat sebagai pemain sukses Liverpool pada zaman 80an. Mendapati kinerja bagus sebagai pemain, lantas pihak klub mengangkatnya sebagai manajer tim yang berhasil Souness jalankan dalam periode 1991 hingga 1994.

Menariknya terjadi ketika Souness mendapat masukan dari legenda timnas Prancis, Michel Platini terkait keberadaan Cantona. Meski begitu, Souness tetap menolak masukan dari Platini karena Cantona adalah pemain yang bertype suka membuat keributan.

Tak hanya itu saja, Souness juga melihat sisi buruk Cantona dimana sang pemain ketika itu terlalu gemuk. Dan semakin menentang kedatangan Cantona ke Liverpool karena Souness sudah memiliki pemain lini depan yang baik.

“Cantona adalah satu pemain besar yang sempat saya tolak datang ke Liverpool. Kami bermain Auxerre di kandang sendiri dan Michel Platini mendatangi saya setelahnya. Ia bilang ia punya pemain untuk saya, anak laki-laki bermasalah tapi pemain yang tepat. Itu Cantona, tapi saya mengatakan hal terakhir yang saya butuhkan adalah pemain bermasalah lainnya,” buka Souness.

“Skuat yang sama miliki lebih dari 30 pemain, itu akan saya rampingkan, jadi saya tidak perlu repot lagi. Saya katakan saya mencari yang lain dan jadi tidak, terima kasih,” tutup Souness.

Tak jadi merapat ke Liverpool, Cantona akhirnya berlabuh ke Leeds United pada musim 1992. Mendapat penampilan yang begitu impresif, Manchester UNited langsung membajaknya dan terbukti keputusan itu tepat karena Cantona berperan penting dalam raihan banyak gelar Setan Merah dipentas domestik maupun Eropa.

No Comments