Tag: Manchester United

Real Madrid Ikut Bersaing Ketat Dapatkan Mathis Rayan Cherki

Mathis Rayan Cherki

Real Madrid sepertinya akan mendapat tantangan besar untuk mendapatkan Mathis Rayan Cherki, pemain dari Lyon. Klub Liga Spanyol tersebut akan melawan dengan klub Inggris yakni Manchester United demi mendapatkan pemain ini.

Klub Real Madrid disebut-sebut akan berupaya keras untuk mendapatkan pemain anyar incaran mereka yang juga diinginkan Manchester United. Pemain tersebut adalah pemain muda berumur 15 tahun, yakni Mathis Rayan Cherki. Tim Los Blancos awalnya tenang karena tidak banyak yang ikut bersaing mendapatkan pemain muda tersebut.

Sebelumnya, Madrid menilai jika pemain sepakbola remaja tersebut menjadi prospek masa depan yang dapat mereka proses pada jangka panjang. Cherki saat ini kemudian diburu oleh klub besar lainnya yakni The Red Devils yang juga menilai jika pemain muda ini akan tumbuh menjadi pemain besar.

Cherki dinilai memiliki syarat untuk tampil kuat dalam kompetisi European Union di tanggal 17 Agustus yang akan datang, tepat ketika dirinya berumur 16 tahun. Saat itu, diprediksi akan semakin banyak klub Eropa yang memberikan penawaran padanya.

Cherki kini sudah tampil bersama Lyon U-19 dan dia mengaku cukup tertarik dengan tawaran kontrak yang diberikan klub masa kecilnya itu. Rayan Cherki adalah sosok yang menjadi pencetak gol paling muda selama perhelatan di Liga Pemuda UEFA, kompetisi yang sama dengan Liga Champions U-19, dan dirinya menciptakan gol dari laga dengan skor 4-1 kontra Manchester City U-19.

Cherki jelas tak akan siap menjadi tim inti Setan Merah dan Madrid dalam waktu dekat ini. Tim asuhan Solskjaer sepertinya akan memasukkan pemain ini sebagai investasi untuk rencana ke depannya, ditambah dengan kehadiran pemain lain yakni Tahith Chong yang cukup memuaskan Jose Mourinho kala menjadi pelatih skuad MU. Pemain yang sebelumnya bermain di Feyenoord selama tiga tahun tersebut saat ini tengah berusaha bergabung ke tim utama dengan umurnya yang memasuki ke-19 tahun.

Petinggi Lyon, yakni Jean-Michel Aulas merupakan hambatan untuk kedua tim ini. Sang pemimpin tersebut disebut-sebut sebagai negosiator yang sulit didekati. Tidak perlu diragukan lagi jika nantinya dia akan memberikan penawaran yang tinggi untuk kedua klub yang berharap mendapat pemain mudanya tersebut.

Presiden Lyon ini juga merupakan sosok yang paling sibuk selama musim panas ini, karena beberapa klub besar Eropa yang lainnya sedang berupaya mendapatkan beberapa pemain andalannya. Diantaranya Moussa Dembele yang juga sudah dihubungkan dengan pihak Manchester United. Penyerang Nabil Fekir yang kini didekati oleh Liverpool dan gelandang Tanguy Ndombele yang juga didekati Tottenham.

Hormati Liverpool, Philippe Coutinho Tolak Klub Ini

Philippe Coutinho

Liverpool masih begitu berharga untuk Philippe Coutinho. Pesepakbola yang kini berada di Barcelona tersebut memutuskan tidak menerima penawaran dari Manchester United karena menjaga hubungannya dengan klub Merseyside itu.

Manchester United disebutkan tidak berhasil mendapatkan Philippe Coutinho dari Barcelona, karena masih menjaga dan menghormati The Reds. Pemain dari Brasil tersebut begitu menjaga hubungannya dengan klub Anfield tersebut, walau suporter mantan klubnya itu tidak begitu mendukungnya ketika memperkuat Barca di babak semi final Liga Champions yang lalu.

Pemain berumur 27 tahun tersebut merupakan salah satu pemain termahal yang didapatkan Camp Nou ketika dia pindah ke Catalan dari Liverpool senilai 142 juta Poundsterling, tepatnya di bulan Januari 2018 yang lalu.

Philippe Coutinho Cedera, Kerugian Bagi Liverpool

Akan tetapi, Coutinho merasakan musim awal yang tidak begitu baik dengan tim barunya. Hal ini juga yang kemudian membuatnya memikirkan kembali masa depannya di klub Spanyol tersebut, karena hal tersebut membuat spekulasi perpindahan Coutinho terus terdengar.

Sampai saat ini, Setan Merah merupakan salah satu klub yang ingin mendapatkan Coutinho di musim mendatang. Sementara itu, klub Liga Inggris lainnya yakni Chelsea, juga berusaha mendapatkan pemain dari timnas Brasil tersebut karena mereka membutuhkan penyerang.

Akan tetapi, pada Selasa (18/6) waktu setempat, Coutinho memutuskan untuk tidak menerima tawaran yang diberikan oleh pelatih MU, yakni Ole Gunnar Solskjaer. Coutinho sendiri disebutkan sudah memberi pernyataan pada agennya untuk tidak menerima penawaran dari United, karena MU merupakan salah satu klub rival kuat Liverpool.

Coutinho yang juga pernah memperkuat Inter Milan tersebut diyakini terbuka untuk kembali memperkuat klub Liga Premier, walau kemundian dia memutuska untuk tetap akan menghormati the Reds daripada mendapatkan klub yang akan menjadi membuatnya melawan klub tersebut.

Sebelumnya, Philippe Coutinho disebut-sebut sudah meminta ijin untuk hengkang dari Barcelona selama musim panas ini. Ia sudah membukukan 21 gol dari 76 laganya untuk semua kompetisi dengan Blaugrana, namun playmaker tersebut dihubungkan dengan perpindahan ke klub lain.

Ia dikabarkan juga masih akan bertahan di tim inti Barcelona, namun tidak menutup kemungkinan akan tampil di klub baru di musim mendatang. Disebutkan jika Barca akan bahagia jika Coutinho mau dilepas sehingga dana dari penjualannya akan digunakan untuk mendapatkan pemain lainnya di posisi bek tengah dan lini depan.

Liverpool Bersiap Rebut Pemain Incaran MU dan Arsenal

Nicolas Pepe, pemain Lille

Liverpool tengah menyiapkan dana senilai Rp 1,28 triliun untuk mendapatkan pemain Lille yakni Nicolas Pepe. Nyatanya pemain ini juga menjadi incaran dua klub besar lainnya yakni Manchester United dan Arsenal.

Liverpool sendiri merupakan tim asuhan dari Jurgen Klopp yang bersiap salin rebut pemain incaran yakni Nicolas Pepe. Pemain Lille ini menjadi salah satu target utama Manchester United serta Arsenal juga. Kedua klub ini disebut-sebut sudah lebih dulu melakukan pendekatan.

Beberapa media setempat mengatakan jika Teh Reds tertarik untuk mendapatkan Pepe karena pemain ini memiliki kemampuan yang luar biasa. Pemain muda 23 tahun tersebut sudah menciptakan 23 gol dan mencatatkan 12 assist dari semua kompetisi yang mereka mainkan di musim lalu.

Dari performanya tersebut, tidak mengherankan jika beberapa klub atas Eropa ingin memiliki pemain muda ini dalam bursa transfer yang akan segera dibuka secara resmi. Saat ini, Liverpool sudah mengirim perwakilan mereka guna mendekati pemain ini. Namun, ada berita yang mengatakan jika mereka hanya dapat melakukan pendekatan lebih lagi jika Mohamed Salah dilepas dari Anfield.

Sementara itu, petinggi Lille, yakni Christophe Galtier sudah memberitahukan jika Nicolas Pepe akan segera hengkang dari klub pada musim panas ini. Galtier memaparkan jika ini menjadi keputusan yang sudah dipikirkan dan memang mereka akan menerima karena Pepe memiliki masa depan yang panjang di klub lain.

β€œDia merupakan pemain dengan kemampuan yang tinggi yang akan mempunyai keputusan besar dalam karirnya di musim selanjutnya. Akan terdapat beberapa pertempuran antara tim-tim besar di Eropa. Saya mengharapkan yang terbaik untuk dirinya dan dia memiliki banyak waktu untuk berpikir yang terbaik untuk dirinya. Dia akan melakukan hal yang baik seperti saat dia bergabung di klub ini dan saat memutuskan pindah dari sini.” Ucap Galtier.

Pelatih Liverpool, yakni Jurgen Klopp disebutkan memang membutuhkan pemain dalam opsi penyerang demi dapat meningkatkan mutu timnya di kompetisi Liga Premier kontra Manchester City.

The Reds mungkin kalah di musim ini namun tim harus bersiap dalam perhelatan di Liga Champions. Nicolas Pepe disebut akan menjadi sumber kekuatan yang baru dan dapat membuat lini depan skuad Anfield semakin ganas.

Liverpool sendiri baru merilis berita jika Alberto Moreno dan Daniel Sturridge akan segera hengkang dari klub tersebut setelah kontrak mereka usai . Karena itu, The Reds akan butuh pemain pengganti yang tidak kalah hebat dari dari lini serang dan di sisi bek kiri.

Madrid Siap Lepas Bale 100 Juta Euro

Jawara Spanyol, Real Madrid secara mengejutkan siap menjual Gareth Bale dimasa waktu yang belum ditentukan. Dalam hal ini, Madrid memunculkan satu syarat kepada semua peminat jika ingin mendapatkan tanda tangan Bale, maka mereka harus siap merogoh kocek sebesar 100 juta euro.

Banderol yang dikeluarkan Madrid tak lepas dari harga yang telah mereka sempat bayarkan kepada Tottenham Hotsprus ketika mendapatkan servis Bale pada musim 2013 lalu. Adapun transfer Bale dari Spurs ke Madrid saat itu menjadi transfer termahal dunia mengalahkan Cristiano Ronaldo.

Dianggap tidak berkontribusi untuk Madrid dalam dua musim terakhir lantaran sering mendapat cedera kambuhan, Madrid pun siap melego Bale kepada klub-klub peminat. Zinedine Zidane sendiri sempat mengklaim bahwa dirinya begitu kesulitan mengangkat performa Bale yang selalu terhambat kondisi kebugaran dan cedera.

Tak berhenti sampai disisi Zidane saja, datang dari sisi lain macam Presiden Madrid, Florentino Perez yang akan sangat tergiur dengan harga jual Bale yang aji mumpung masih membawa ketertarikan dari klub besar dan Manchester United muncul sebagai klub terdepan dalam urusan transfer Bale.

Dimana klub asal Premier League tersebut sudah beberapa kali masuk ke dalam perburuan Bale dan yang terakhir muncul pada bursa transfer musim panas 2017 kemarin, namun gagal mendapatkan tanda tangan sang pemain lantaran harga tidak sesuai dan Madrid membatalkan proses negoisasi.

Keputusan Bale bertahan di Santiago Bernabeu terbilang cukup berat, untuk kali kedua dirinya harus menerima cedera dan terpaksa harus melewatkan beberapa pertandingan penting EL Real. Begitu pula pada akhir pekan ini, Bale dipercaya tidak akan memperkuat Madrid dalam lawatannya ke markas Getafe di pertandingan lanjutan La Liga akhir minggu ini.

No Comments

Ternyata Liverpool Pernah Tolak Cantona

Terungkap kegagalan Eric Cantona merapat ke Liverpool. Disebutkan oleh mantan menajer The Reds, Graeme Souness adalah satu sosok yang menentang kedatangan Cantona ke Anfield. Adapun alasan sang menajar ketika itu adalah mencegah keributan besar yang bisa ditumbulkan Cantona.

Bukan hanya sebagai mantan manajer, Souness juga tercatat sebagai pemain sukses Liverpool pada zaman 80an. Mendapati kinerja bagus sebagai pemain, lantas pihak klub mengangkatnya sebagai manajer tim yang berhasil Souness jalankan dalam periode 1991 hingga 1994.

Menariknya terjadi ketika Souness mendapat masukan dari legenda timnas Prancis, Michel Platini terkait keberadaan Cantona. Meski begitu, Souness tetap menolak masukan dari Platini karena Cantona adalah pemain yang bertype suka membuat keributan.

Tak hanya itu saja, Souness juga melihat sisi buruk Cantona dimana sang pemain ketika itu terlalu gemuk. Dan semakin menentang kedatangan Cantona ke Liverpool karena Souness sudah memiliki pemain lini depan yang baik.

“Cantona adalah satu pemain besar yang sempat saya tolak datang ke Liverpool. Kami bermain Auxerre di kandang sendiri dan Michel Platini mendatangi saya setelahnya. Ia bilang ia punya pemain untuk saya, anak laki-laki bermasalah tapi pemain yang tepat. Itu Cantona, tapi saya mengatakan hal terakhir yang saya butuhkan adalah pemain bermasalah lainnya,” buka Souness.

“Skuat yang sama miliki lebih dari 30 pemain, itu akan saya rampingkan, jadi saya tidak perlu repot lagi. Saya katakan saya mencari yang lain dan jadi tidak, terima kasih,” tutup Souness.

Tak jadi merapat ke Liverpool, Cantona akhirnya berlabuh ke Leeds United pada musim 1992. Mendapat penampilan yang begitu impresif, Manchester UNited langsung membajaknya dan terbukti keputusan itu tepat karena Cantona berperan penting dalam raihan banyak gelar Setan Merah dipentas domestik maupun Eropa.

No Comments